PGP-2-Kabupaten Malang-Retno Trisniningsih-Rancangan Aksi Paket Modul 3

 

RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA

 

MODUL            : 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

NAMA CGP    : RETNO TRISNININGSIH

 

Menumbuhkan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis murid melalui “GELIS” (Gerakan Literasi Di Sekolah)

 

VISI SEKOLAH : Terwujudnya merdeka belajar dan murid yang unggul dalam prestasi serta berprofil Pelajar Pancasila

 

LATAR BELAKANG

Mulai tahun ini murid kelas V SD Negeri 1 Sumbermanjing Wetan akan menghadapi Assesmen Nasional (AN) yang meliputi Literasi membaca, literasi numerasi, survey karakter, dan survey lingkungan. Dampak dari pembelajaran daring selama ini sangat terlihat. Tak terkecuali kemampuan literasi murid baik literasi membaca maupun literasi berhitung yang belum maksimal. Mengingat kemampuan literasi murid yang semakin menurun, maka sekolah merancang suatu program yang diharapkan berdampak pada murid yaitu program Gerakan Literasi Sekolah (GELIS).

GELIS adalah sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat. Kegiatan rutin ini dilaksanakan setiap hari untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca.

GELIS adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Mulai dari peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua/wali murid serta komunitas praktisi di sekolah tersebut. GELIS ini ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik, pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca.

TUJUAN PROGRAM GELIS

1.        Menumbuh kembangkan budaya literasi di sekolah.

2.       Meningkatkan kemandirian murid dalam berliterasi

3.       Meningkatkan kamampuan murid dalam berpikir kritis

4.       Meningkatkan kedisiplinan murid

5.       Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan (merdeka belajar).

 

ASET SEKOLAH

  1. Manusia : murid, guru, Kepala Sekolah, Tenaga Kependidikan, Orang Tua
  2. Sosial : Tata tertib dan kesepakatan Kelas
  3. Fisik : Sarana dan prasarana sekolah (pojok baca di setiap kelas, dan ruang perpustakaan)
  4. Lingkungan : kelas, dan halaman sekolah
  5. Finansial : Dana BOS
  6. Politik : Paguyuban, Komite, Komunitas Praktisi
  7. Agama dan Budaya : Keanekaragaman agama dan budaya

 

TAHAPAN BAGJA

B-BUAT PERTANYAAN

Panduan Tahapan

Buatlah  pertanyaan  untuk  mengarahkan  kita kepada  penelusuran  hal-hal yang  akan

kita lakukan

Hasil Tahapan

Bagaimana cara meningkatkan kemandirian dan berpikir kritis pada murid dalam kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GELIS)?

 

A-AMBIL PELAJARAN

Panduan Tahapan

Ceritakan dan tuliskan pengalaman/kegiatan baik, prestasi yang pernah terjadi yang berhubungan dengan topik bahasan (literasi) di sekolah

Hasil Tahapan

Murid mampu melaksanakan literasi secara mandiri sebagai budaya belajar dan mampu berpikir kritis serta mendapatkan ilmu dan wawasan yang luas untuk meningkatkan potensinya melalui program GELIS yang menyenangkan dan merdeka belajar

 

G-GALI MIMPI

Panduan Tahapan

Buat gambaran rinci kondisi ideal atau mimpi kita terkait topik bahasan:

 

Hasil Tahapan

  1. Murid memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas
  2. Murid mandiri dalam melaksanakan GELIS
  3. Murid mampu berpikir kritis
  4. Murid menjadi disiplin dalam berbagai kegiatan
  5. Guru bersifat terbuka terhadap saran dan membimbing serta mengarahkan murid dengan baik
  6. Seluruh warga sekolah dapat berkolaborasi dalam mewujudkan budaya membaca melalui program GELIS

J-JABARKAN RENCANA

Panduan Tahapan

Membuat cara/strategi mencapai mimpi-mimpi yang sudah kita tuliskan:

  1. Rencana/strategi apa yang perlu dilakukan (siapa melakukan apa)?
  2. Bagaimana memonitor dan mengevaluasi rencana tersebut (bisa melihat format kerangka Monev)

Hasil Tahapan

  1. Menyampaikan ide untuk mengadakan Program GELIS (Gerakan Literasi Sekolah) kepada Kepala Sekolah
  2. Melaksanakan sosialisasi program kepada rekan guru
  3. Melaksanakan sosialisasi program kepada murid dan orang tua
  4. Mendokumentasikan kegiatan di kelas masing-masing
  5. Mengapreasiasi dan memotivasi murid dalam pelaksanaan kegiatan GELIS
  6. Monitoring dan evaluasi kegiatan oleh Kepala Sekolah, guru, dan juga orang tua

 

A-ATUR EKSEKUSI

Panduan Tahapan

Menentukan tim inti program:

1.            Siapa koordinator/penanggung jawab pelaksanaan program ?

2.          Siapa yang bertugas memonitor dan mengevaluasi jalannya program ?

3.           Siapa yang bertugas membuat laporan program ?

4.          Bagaimana cara komunikasi/koordinasi yang dilakukan tim (melalui pertemuan (diskusi), rapat mingguan/bulanan dll) untuk memberi kabar satu sama lain tentang jalannya program ?

 

Hasil Tahapan

1.            Penanggung jawab kegiatan : Kepala Sekolah

2.          Pengarah : Guru dan Kepala Sekolah

3.           Koordinator : Guru

4.          Laporan dibuat oleh murid dan di rekap oleh masing-masing wali kelas

5.           Koordinasi dilakukan secara rutin satu minggu sekali

6.          Evaluasi dan refleksi dapat dilakukan melalui rapat koordinasi antara Kepala Sekolah dan Guru

 

 

RENCANA MELR

 

a. Pertanyaan Kunci

 

Pertanyaan Kunci

 

Evaluasi Program

(Diisi dengan pertanyaan utama yang menjadi tujuan evaluasi)

1.    Sejauh apa program GELIS yang telah berjalan sesuai dengan tujuan utama program?

Siswa sudah mulai melaksanakan program GELIS 15 menit sebelum pelajaran dimulai dengan menggunakan berbagai macam buku dan audio yang mereka inginkan secara mandiri

2.    Seberapa banyak hambatan yang ditemui selama pelaksanaan program ini? Mengapa terjadi demikian?

Ada beberapa hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan yaitu masih ada beberapa murid yang kurang disiplin dalam melaksanakan program GELIS. Harus diingatkan oleh guru dalam pelaksanaannya dalam artian kurang mandiri.

 

 

b. Fokus Monitoring

 

 

Fokus Monitoring

 

Pertimbangan Pemilihan

Pertanyaan Utama Monitoring

Diisi dengan pilihan aktivitas-

Diisi dengan alasan

Diisi dengan pertanyaan

aktivitas atau tujuan antara

pemilihan aktivitas atau

untuk menggali fokus

program (outcomes) yang akan

tujuan antara (outcomes)

monitoring yang

dipantau/dimonitor sepanjang

program

berpengaruh pada

pelaksanaan program, hal ini yang akan digunakan sebagai

 

tujuan program

data untuk evaluasi program

 

 

 

 

 

Bagaimana kegiatan GELIS yang dipimpin oleh petugas piket dapat berjalan dengan baik?

Untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik: murid mengikuti pentunjuk petugas piket.

Bagaimana sikap murid saat dipandu oleh petugas piket?


c. Metode Penggalian Data

 

Pertanyaan Monitoring

Sumber Informasi

Metode

Kapan/ Bagaimana

Diisi dengan pertanyaan Utama Monitoring

Diisi dengan pihak/aktor yang berkaitan dengan pertanyaan monitoring

Diisi dengan metode untuk penggalian data kepada sumber informasi

Contoh: kajian evaluasi, observasi, wawancara, kuesioner/survey

Diisi dengan waktu penggalian informasi

Apakah petugas piket dalam memimpin GELIS dapat menjalankan perannya?

Guru, murid

Wawancara/observasi

Dalam proses berjalan

Bagaimana respons murid saat dipandu oleh petugas piket?

 

 

 

 

d. Strategi Pengolahan Data

 

Pertanyaan Monitoring

Data yang terkumpul

 

Kesimpulan

Catatan Khusus, Pengecualian,dll

Diisi dengan pertanyaan monitoring dan pertanyaan tambahan tentang tim pengelola program

Diisi dengan data dan informasi yang menjawab pertanyaan monitoring tersebut, dari berbagai metode

Diisi kesimpulan yang dapat ditarik untuk menjawab pertanyaan monitoring dari data dan informasi yang ada pada kolom kedua

Bila ada catatan khusus yang memberikan nuansa atas kesimpulan yang ditarik, catat di kolom ini

Bagaimana pembagian peran dalam tim? Apakah semua orang dalam tim melaksanakan perannya dengan baik?

Murid berkumpul bersama dan semua orang dalam tim melaksanakan perannya masing- masing dengan baik

Kegiatan GELIS berjalan lancar

 


e. Pembelajaran Program

 

 

Faktor-Faktor Pendukung Pelaksanaan Program

 

Faktor-Faktor Penghambat Pelaksanaan Program

 

Pembelajaran

Diisi dengan hal-hal yang mendukung keberhasilan program

Diisi dengan hal-hal yang menghambat pencapaian program

Diisi dengan hasil refleksi dan temuan-temuan signifikan selama pelaksanaan program

 

 

 

Koordinasi tim yang baik

Beberapa murid terlambat dalam mengumpulkan hasil laporan literasi sehingga mengganggu jalannya proses pembelajaran

Refleksi: untuk murid yang terlambat dalam mengumpulkan hasil literasi diberikan pengarahan dan pembinaan khusus serta melaksanakan konsekuensi sesuai dengan hasil kesepakatan

 

f.    Pelaporan Program

 

LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM

Gambaran Umum Program:

GELIS ini ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik, pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan rutin ini dilaksanakan setiap hari untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca, kemandirian serta kemampuan berpikir kritis murid. GELIS adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Mulai dari peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua/wali murid serta komunitas praktisi di sekolah tersebut.

 

Deskripsi Pelaksanaan Program:

-           Waktu Pelaksanaan

Setiap hari, 15 menit sebelum pembelajaran dimulai

-           Strategi Pelaksanaan Program

Kegiatan GELIS dipimpin oleh petugas piket yang berasal dari murid yang telah terjadwal dengan penanggungjawab masing-masing guru kelas dan guru mapel. Jika petugas piket berhalangan hadir maka akan digantikan oleh petugas piket hari berikutnya. Literasi dapat mereka lakukan dengan media buku atau yang lainnya sesuai dengan keinginan murid. Kegiatan dapat dilaksanakan di pojok baca masing-masing kelas, kelas, teras, maupun ruang perpustakaan. Sehingga murid merasa nyaman dan menyenangkan serta merdeka belajar dapat terwujud.

-           Faktor Pendukung dan Penghambat Program

Faktor Pendukung : Dukungan dari semua pihak terkait termasuk Kepala Sekolah, rekan guru, murid, tenaga kependidikan, serta orang tua. Serta bantuan finansial dari dana BOS dan juga uang kas masing-masing kelas yang sudah membantu berjalannya program ini.

Faktor Penghambat: Sejauh ini tidak ada hambatan yang berarti hanya saja dalam pelaksanaannya harus tetap mematuhi protokol kesehatan karena masih dalam situasi pandemi.

 

-           Hasil Pelaksanaan Program

1. Minat membaca murid menjadi meningkat

2. Meningkatnya kemandirian murid dalam membaca dan berliterasi

3. Meningkatknya kemampuan berpikir kritis murid

4. Terwujudnya sekolah dengan pembiasaan budaya Literasi

5. Kedisiplinan murid dalam berliterasi menjadi meningkat

Evaluasi Program:

Evaluasi dan refleksi program dilaksanakan setiap 1 bulan sekali dengan melibatkan seluruh pemangaku kepentingan yang ada baik Kepala Sekolah, rekan guru, dan tenaga kependidikan serta murid.

Pembelajaran Program:

Fact (Fakta)

Murid menjadi semakin terampil dalam menulis. Murid lebih mandiri dan berpikir kritis. Terkadang murid sering meminta tambahan waktu untuk membaca lebih banyak buku atau hal baru. Kedisiplinan murid dalam pelaksanaan program sudah mulai meningkat. Murid merasa senang karena mereka bisa membaca buku yang mereka sukai dan butuhkan. Guru hanya sebagai fasilitator dan menuntun serta membimbing mereka ketika mereka kesulitan dalam mengartikan kata atau kalimat dari buku yang mereka baca. Untuk kegiatan literasi berhitung setiap murid mempunyai kebebasan untuk membuat soal sendiri sehingga mereka merasa senang dan tidak terbebani.

Feeling (Perasaan)

Perasaan saya saat melaksanakan program ini sangat senang dan bersemangat. Hal ini juga dirasakan oleh murid. Murid merasa senang ketika mereka diberikan kebebasan untuk memilih buku dan membuat soal yang sesuai dengan pilihan mereka sendiri. Namun tidak menutup kemungkinan terkadang mereka merasa jenuh. Dari sinilah tugas seorang guru dalam memberikan motivasi serta kreatifitas sangat diperlukan. Sehingga murid tidak merasa bosan dalam melaksanakan Program GELIS.

Finding (Temuan)

Masih ada salah satu murid yang sering terlambat mengumpulkan laporan literasi. Hal ini dikarenakan murid tersebut mempunyai kendala dalam kemampuan membaca. Untuk itu, guru memberikan waktu khusus untuk memberikan jam tambahan dalam belajar membaca. Selain itu, guru juga bekerjasama dengan orang tua terkait perkembangan murid tersebut.

Future (Masa Depan)

Semua murid SD Negeri 1 Sumbermanjing Wetan memiliki kemandirian dan kemampuan berpikir kritis dan menjadi budaya yang sejalan dengan Visi lembaga. Ke depan kami akan selalu melaksanakan kegiatan evaluasi dan refleksi secara berkala terkait pelaksanaan program GELIS dan akan selalu melakukan perbaikan-perbaikan serta inovasi agar program ini dapat benar-benar menajdi program yang berdampak pada murid. Serta akan selalu memperbaiki sarana dan prasarana yang ada serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk kelancaran pelaksanaan program.

 

 

 

PELIBATAN ORANG TUA DAN KOMUNITAS

Pelibatan orang tua dan komunitas sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan program GELIS ini. Dukungan orang tua dan juga kolaborasi dengan komunitas dalam mencari ide-ide baru serta dalam penyelesaian masalah akan sangat membantu dalam keberhasilan program GELIS yang berdampak pada murid.

 

DURASI PROGRAM

Durasi program GELIS ini berkisar selama 1 bulan. Namun tidak menutup kemungkinan program ini akan berlanjut dan terus ditingkatkan guna mempersiapkan murid dalam menghadapi Assesmen Nasional (AN) serta mewujudkan murid yang berprofil Pancasila.


Comments